Sabtu, 21 Februari 2015

#23 Wanita Tua di Pinggir Jalan



Buat Wanita tua di pinggir jalan

Dulu bagi saya, menulis surat cinta merupakan pekerjaan yang terlalu berlebihan. Namun, saya menyadari. Karena kita tidak bisa mengutarakan setiap perkataan, maka ada lah surat itu. Terlebih mengutarakan perkataan yang berhubungan dengan perasaan. Oleh karena itu, ada surat cinta. Itu yang terpikir dari saya sih, hehe

Dulu ketika saya masih SMA, saya masih jalan kaki buat ke sekolah. Capek? Lumayan lah. Jauh? Iya, bisa dibilang jauh karena jika jam akan menunjuk pukul tujuh, saya harus sedikit berlari, hehe. Ketika itu lah saya bertemu dengan Anda, wanita tua di pinggir jalan. Saya hampir setiap hari melihat Anda di pinggir jalan. Entah apa yang Anda lakukan seorang diri di pinggir jalan. Penasaran memang, namun saya tak punya cukup keberanian untuk menanyakannya.

Tersenyum. Anda selalu tersenyum ramah kepada saya setiap kali saya bertemu pandang dengan Anda. Itu saja yang saya tau dari Anda. Hanya itu. Mungkin tidak hanya kepada saya. Namun kepada semua pejalan kaki di jalanan itu.

Wanita tua di pinggir jalan, melalui surat ini saya ingin mengatakan terimakasih atas senyuman yang Anda lontarkan kepada saya dan para pejalan lainnya. Mungkin terdengar sepeleh, namun senyuman Anda membuat saya ikut senang dibuatnya.

Cukup surat cinta ini saya tulis untuk Anda. Semoga dimana pun Anda sekarang, Anda selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan

Yang menerima senyummu
K

Tidak ada komentar:

Posting Komentar