Buat Wanita tua di pinggir jalan
Dulu bagi saya, menulis surat cinta merupakan pekerjaan yang terlalu
berlebihan. Namun, saya menyadari. Karena kita tidak bisa mengutarakan setiap
perkataan, maka ada lah surat itu. Terlebih mengutarakan perkataan yang berhubungan
dengan perasaan. Oleh karena itu, ada surat cinta. Itu yang terpikir dari saya
sih, hehe
Dulu ketika saya masih SMA, saya masih jalan kaki buat ke sekolah.
Capek? Lumayan lah. Jauh? Iya, bisa dibilang jauh karena jika jam akan menunjuk
pukul tujuh, saya harus sedikit berlari, hehe. Ketika itu lah saya bertemu
dengan Anda, wanita tua di pinggir jalan. Saya hampir setiap hari melihat Anda
di pinggir jalan. Entah apa yang Anda lakukan seorang diri di pinggir jalan.
Penasaran memang, namun saya tak punya cukup keberanian untuk menanyakannya.
Tersenyum. Anda selalu tersenyum ramah kepada saya setiap kali saya
bertemu pandang dengan Anda. Itu saja yang saya tau dari Anda. Hanya itu.
Mungkin tidak hanya kepada saya. Namun kepada semua pejalan kaki di jalanan
itu.
Wanita tua di pinggir jalan, melalui surat ini saya ingin mengatakan
terimakasih atas senyuman yang Anda lontarkan kepada saya dan para pejalan
lainnya. Mungkin terdengar sepeleh, namun senyuman Anda membuat saya ikut
senang dibuatnya.
Cukup surat cinta ini saya tulis untuk Anda. Semoga dimana pun Anda
sekarang, Anda selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan
Yang menerima senyummu
K
Tidak ada komentar:
Posting Komentar